0
tentang wawancara
Posted by Unknown
on
6:15 PM
1.
IDENTITAS
WARTAWAN
Nama :
Verlandy Donny Fermansah
TTL : Surakarta, 6 Agustus 1995
Alamat : Pucangsawit RT 03 RW 12, Jebres, Surakarta.
Status : Mahasiswa
Studi : Universitas Muhammadiyah Surakarta,
Fakultas Komunikasi dan Informatika, ProgramStudi Ilmu Komunikasi
2. Bagaimana cara mendapatkan berita yang lengkap dan baru?
TTL : Surakarta, 6 Agustus 1995
Alamat : Pucangsawit RT 03 RW 12, Jebres, Surakarta.
Status : Mahasiswa
Studi : Universitas Muhammadiyah Surakarta,
Fakultas Komunikasi dan Informatika, ProgramStudi Ilmu Komunikasi
2. Bagaimana cara mendapatkan berita yang lengkap dan baru?
Mendapatkan
berita yang lengkap sangat tergantung kepada keaktifan wartawan dalam bertanya
dan ketepatan memilih narasumber. Sebelum turun ke lapangan dalam mencari
berita tentunya wartawan memahami permasalahan isu berita yang ada. Kemudian
menentukan narasumber yang tepat terkait permasalahan berita.
Contoh:
Jika terdapat isu tentang pameran buku. Narasumber yang tepat untuk di wawancarai adalah ketua panitia pameran buku, pengunjung, peserta pameran buku. Karena mereka yang mengetahui kondisi dan masuk dalam kesuksesan acaranya.
Jika terdapat isu tentang pameran buku. Narasumber yang tepat untuk di wawancarai adalah ketua panitia pameran buku, pengunjung, peserta pameran buku. Karena mereka yang mengetahui kondisi dan masuk dalam kesuksesan acaranya.
Dari
ketua panitia kita dapat tau apa tujuannya pameran buku. Dari pengunjung kita
dapat tau, apakah pamern bukunya menarik, bermanfaat, dll. Dari peserta pameran
buku kalian bisa tau, apakah pameran buku berjalan dengan baik dan sukses.
Keaktifan
dalam bertanya. Wartawan harus jeli dengan masalah yang ada dalam mengungkap
suatu berita. Dengan kejelian memberikan pertanyaan yang sesuai dengan
permasalahn pasti akan dapat pokok beritanya dari narasumber.
Mendapatkan
berita baru. Umumnya setiap redaksi ada bedah isu. Dalam bedah isu redaksi
tersebut setiap wartawan akan memberikan isu yang diketahunya kepada redaksi
lalu didiskusikan. Dari hal tersebut wartawan akan mengetahui pokok masalah
yang terjadi lalu kemudian baru turun lapangan.
3. Lalu
bagaimana mendapatkan isu/berita?
Biasanya
dari obrolan yang ada, lalau dicari kebenarannya. Papan pengumuman, sebagai
sumber yang jelas berita seperti pameran, seminar, dll. Info” kampus,dll.
Keaktifan kita dalam mencari berita.
4. Etika.
Dalam mencari berita dan dalam
wawancara sangat menggunakan etika. Ketika mencari berita waratawan memang
benar-benar mencari berita dan tidak membuat-membat berita.
Wartawan
pun tidak boleh membesar-besarkan masalah yang ada. Kemudian wartawan pun harus
juga menjaga privasi narasumbernya, jika narasumber memang benar tak ingin
memberi keterangan karena suatu faktor yang membahayakan nyawanya atau lainnya
kita harus menghargainya untuk tidak diwawancara. Ada pun narasumber mau di
wawancara dengan persyaratan tertentu (seperti namanya di samarkan dll) kita
harus menaatinya.
Saat
wawancara pun harus beretika sopan dan menuankan narasumber. Pertanyaan tidak
boleh menyudutkan harus sejalan dengan masalah dan objektif. Wawancara pun
dilakukan dengan menghargai keterangannya saat berbicara, tidak boleh memotong
pembicaran kecuali jika sudah keterangan sudah melenceng dari topik pembahasan.
Dengan etika yang kita bentuk semenjak awal maka jika nantinya kita butuh
narasumber yang sama, narasumber tersebut segan kembali diwawancarai.
Post a Comment